ARTIKEL 13 HAGIA SOPHIA DALAM BALUTAN BUDAYA KRISTEN DAN ISLAM

Hagia Sophia merupakan bangunan yang terletak di Istanbul, Turki, yang memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi bisu dari kejayaan dan kejatuhan Bizantium, Konstantinopel, hingga Kesultanan Turki Usmani. Sejak abad ke-4, Hagia Sophia digunakan sebagai gereja Kristen Ortodoks oleh Kekaisaran Romawi Timur. 

Bangunan ini mulai mengalami renovasi besar-besaran pada abad ke-6 ketika Bizantium diperintah oleh Kaisar Justinianus. Hagia Sophia pun didaulat sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur Bizantium pada masa itu. 

Bangunan ini memiliki kubah yang sangat besar dan dekorasi interior yang indah. Dinding-dindingnya dihiasi dengan mozaik-mozaik dan fresko-fresko yang menakjubkan, dan lantainya terbuat dari marmer yang indah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Hagia Sophia bagi gereja Ortodoks pada saat itu.

Salah satu karya seni paling terkenal di Hagia Sophia adalah mozaik Deesis, yang menggambarkan Yesus Kristus, Perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis.

Selama lebih dari 900 tahun, Hagia Sophia difungsikan sebagai gereja Kristen Ortodoks. Namun, pada tahun 1453, bangunan ini diambil alih oleh Kesultanan Turki Usmani dan diubah menjadi masjid, serta difungsikan selama hampir 500 tahun.

Hagia Sophia menjadi saksi bisu perpindahan antar kekuasaan di Istanbul, termasuk ketika Perang Dunia I pecah dan mengakibatkan Kesultanan Turki Usmani runtuh.

Alih kuasa di Turki terjadi secara perlahan, hingga akhirnya, pasca Mustafa Kemal naik menjadi presiden di Turki, tepatnya pada tahun 1935, Hagia Sophia diubah menjadi museum.

Dari Hagia Sophia, pengunjung bisa menyaksikan arsitektur yang luar biasa, ketika gambar Yesus dan Bunda Maria tergantung di langit-langit mihrab, tapi di sisi kanan dan kiri tergantung asma Allah Swt dan Rasulullah Saw. 

Ketika Hagia Sophia difungsikan sebagai masjid, Kesultanan Turki Usmani sengaja tetap mempertahankan arsitektur gereja yang memang sudah ada sebelumnya, tetapi, mayoritas mozaik dan lukisan dinding bernafaskan budaya Kristiani ditutup karena mungkin cukup bertentangan dengan budaya Islam.

Meskipun begitu, hal ini menjadi daya tarik tersendiri, karena tentu, akulturasi antar dua agama dan kebudayaan ternyata dapat menghasilkan harmonisasi yang unik untuk ukuran rumah ibadah. 

Namun, pada tahun 2020, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memutuskan untuk mengubah status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid lagi.

Keputusan ini menuai kritik dari seluruh dunia, terutama dari gereja Ortodoks dan UNESCO yang memandang Hagia Sophia sebagai warisan dunia.

Meskipun Hagia Sophia kini menjadi masjid lagi, pemerintah Turki telah menegaskan bahwa bangunan ini masih akan terbuka untuk wisatawan dan para pengunjung yang ingin melihat keindahannya.

Sejak dibuka kembali sebagai masjid, Hagia Sophia telah menjadi tujuan wisata yang populer bagi para peziarah Muslim dari seluruh dunia.

Pemerintah Turki telah memastikan bahwa para pengunjung yang bukan Muslim tetap dapat mengunjungi bangunan ini dan melihat keindahannya.

Comments

Popular Posts