ARTIKEL 10 MENGENAL COVID 19 VARIAN DELTA
WHO telah melabeli varian delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang diwaspadai sejak 11 Mei lalu. Nggak heran, sebab tersebarnya varian Delta ini merupakan masalah kesehatan yang serius dan turut berperan dalam terjadinya lonjakan kasus positif.
Dibandingkan dengan COVID-19 varian Alpha atau yang lainnya, varian Delta memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi. Beberapa laporan kasus menyebutkan bahwa ada lebih banyak pasien positif varian Delta yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.
varian Delta ini telah memicu kenaikan kasus positif di Inggris serta kasus positif dan kematian akibat COVID-19 di India. Di Indonesia sendiri, lonjakan kasus yang sedang terjadi juga diakibatkan oleh virus varian Delta ini lho.
Gejala COVID-19 Varian Delta
Gejala untuk COVID-19 varian Delta ini bersifat ringan hingga berat. Kebanyakan penderita COVID-19 varian Delta akan mengalami gejala umum antara lain:
-Demam
-Batuk kering
-Napas pendek
-Mudah lelah
-Menggigil
-Tidak bisa merasakan baru dan rasa.
Namun, ada beberapa gejala lain yang bisa dialami oleh penderita varian Delta seperti:
Nyeri otot
Sakit kepala
Sakit tenggorokan
Mual atau muntah
Diare
Hidung tersumbat atau pilek
Kehilangan nafsu makan
Gangguan pendengaran
Pembekuan darah
Gangrene (matinya jaringan tubuh)
Cara Mencegah Penularan Virus COVID-19 Varian Delta
Tingkat penularan varian Delta yang lebih tinggi, membuat kamu harus lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Kamu juga harus melakukan usaha pencegahan yang lebih ketat dan disiplin.
1. Double-masking
2. Stay at home
3. Lakukan vaksinasi
Comments
Post a Comment