CERITA INSPIRATIF PERJUANGAN MENUJU SEKOLAH

Perjuangan bangun pagi saya menuju sekolah


Matahari pagi bahkan belum menampakkan sinarnya. Alarm di ponsel saya berbunyi nyaring, memaksa untuk segera bangun dari tempat tidur yang nyaman. Dengan mata yang masih berat, saya berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenaga untuk memulai hari.  


Saya pergi berangkat ke sekolah lumayan jauh dari rumah saya, jaraknya sekitar 4,6km kalau mengunakan motor bisa sampai sekolah sekitar 15 menit kalau tidak macet. Biasanya kalau macet bisa sampai 20 menitan saya pergi ke sekolah diantar oleh ayah saya setiap paginya, agar tidak terjebak kemacetan saya bertekad pergi ke sekolah pada pagi hari dan berusaha untuk tidak telat, bertekad untuk tidak menyusahkan ayah saya dan berusaha untuk meringankan beban ayah saya dengan saya bangun pagi tidak telat itu akan mengurangi beban ayah saya karna dia membawa motor jadi tidak terburu buru untuk mengebut terlebih lagi saat hari senin tiba. dimana para pelajar memulai hari pertamanya di hari senin setelah hari libur biasanya jalanan macet dimana mana apalagi hari pertama masuk sekolah terkadang tidak ada pergerakan karna tidak hanya motor, ada juga beberapa mobil yang membuat jalanan tersebut tidak bisa bergerak karna dari beberapa arah berlawanan mobil dan motor berusaha menyalip dan menyelak agar tidak terlambat pergi ke tempat yang mereka tuju bapak bapak pergi untuk berangkat kerja, anak sekolah yang ingin pergi ke sekolah karna takut telat.


Setelah mandi cuci muka, saya biasanya sarapan pagi jika tidak terlambat bangun tapi jika saya terlambat saya tidak sarapan dan beli nasi diluar.


Saat jarum jam menunjukkan pukul 05.30, saya baru bangun dan segera bergegas mandi, gosok gigi cuci muka selesainya bergegas mengenakan seragam. Seragam putih dan rok biru yang sudah saya setrika sejak tadi malam untuk digunakan untuk paginya sudah siap untuk digunakan, tas ransel berisi buku-buku pelajaran.


Saya keluar rumah dengan langkah cepat dan pergi diantar ayah saya mengunakan motor. Sekolahnya terletak sekitar empat koma enam kilometer dari rumah, dan saya diantar ayah saya menuju sekolah. Di sepanjang jalan setapak yang gelap, ia melewati gang-gang sempit dan rumah-rumah yang masih sepi. Udara pagi yang dingin menjadi semangat saya pada pagi hari ini.


Saat tiba di jalan raya, saya melihat beberapa teman sekolah saya yang sedang terjebak kemacetan juga di jalan.


Di jalanan saya terjebak dengan orang orang yang sedang terburu buru untuk mencapai tempat yang ingin dituju, berdesakan dengan pengendara motor lain. Sesekali saya menatap jam sudah jam berapa, memperhatikan kendaraan yang melaju cepat di jalanan. saya berpikir tentang pelajaran hari ini, semoga tidak ada hal yang membuat saya marah dan kesal dengan orang lain, tugas yang harus dikumpulkan, dan harapannya untuk mendapatkan nilai yang bagus.


Setibanya di sekolah, saya menarik napas lega. saya tersenyum, karna belum terlalu telat dan baru pengumuman untuk segera turun baris saya segera bergabung dengan teman kelas saya untuk baris di lapangan untuk mengikuti kegiatan upacara bendera di hari senin menyadari bahwa perjuangannya setiap pagi bukanlah sesuatu yang sia-sia. saya ingin menjadi seseorang yang sukses, seseorang yang bisa membanggakan kedua ortunya dan membalas semua pengorbanan yang telah dilakukan untuknya.  


Bagi banyak orang, bangun pagi dan berangkat sekolah mungkin hal yang biasa. Namun bagi saya, itu adalah bagian dari perjuangan hidupnya, sebuah langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik.

Comments

Popular Posts